Food Organic Kunci Kesehatan Sejati

Mengenali Produk Organik

JAKARTA, KOMPAS.com – Anda mungkin sering mendengar keunggulan produk pertanian organik. Apa saja sih perbedaannya dengan produk pertanian biasa?

Pertanian Konvensional
– Mempercepat pertumbuhan tanaman memakai pupuk yang terbuat dari zat yang diproduksi melalui proses kimia.
– Menggunakan insektisida sintetis untuk mengusir hama dan penyakit.
– Memakai herbisida untuk mengatasi rumput liar.
– Boleh memberi ternak zat antibiotika, hormon pertumbuhan, dan obat-obatan pencegah penyakit dan pemacu pertumbuhan.
– Seperti pertanian organik, juga memberi ternak diet seimbang dan kandang yang bersih untuk meminimalkan penyakit.

Pertanian Organik
– Menggunakan pupuk alami seperti kompos untuk memberi makan tanah dan tanaman
– Menggunakan serangga dan burung yang menguntungkan atau memasang perangkap untuk mengurangi hama dan penyakit. Jika hama sulit dikontrol, baru digunakan pestisida dari bahan alami
– Mencabuti rumput liar dengan tangan
– Memberi ternak makanan yang ditumbuhkan secara organik, juga suplemen vitamin dan mineral. Membolehkan ternak jalan-jalan ke luar. Memberi pencegahan seperti diet seimbang, kandang bersih. Ternak organik juga divaksinasi untuk mencegah penyakit menular.

Tip memanfaatkan hasil pertanian konvensional dan organik:
1.    Beli buah dan sayur saat musimnya tiba, sehingga Anda dapat memperoleh gizinya secara maksimal. Belilah produk yang baru datang untuk menjamin kesegarannya. Tanyakan kapan produk itu tiba di toko.

2.    Baca labelnya secara teliti. Hanya karena sebuah produk mengklaim dirinya organik, bukan berarti kandungannya sehat. Beberapa produk organik masih mengandung kadar gula, garam, lemak, atau kalori yang tinggi.

3.    Cuci semua sayur dan buah segar di bawah air mengalir untuk mengurangi kotoran dan bakteri. Jika mungkin, gosok dengan sikat lembut. Sebelum makan apel atau ketimun misalnya, gosok dengan sikat.

4.    Kupas kulit buah dan sayur jika Anda khawatir masih ada kandungan pestisida. Pangkas daun bagian luar sayuran lalu cuci bersih.

5.    Residu pestisida juga terkumpul di lemak. Karena itu, hilangkan lemak dari daging atau kulit dari daging ayam dan ikan untuk mencegah penumpukan pestisida di dalam tubuh kita.  @ diy

sumber: kompas.com

Kamis, 1 April 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: